//
you're reading...
Mobil dan Motor, Tips dan opini

Tips Mengemudi Beretika

Cara mengemudi kita mencerminkan kepribadian kita. Kalimat di atas bisa jadi benar karena seperti bergaul, mengemudi di jalan raya juga memerlukan etika dan sopan santun.
Memperhatikan hal-hal berikut akan menghindarkan kita mejadi pengemudi yang tidak beretika.

Cara Mengemudi Citra Pribadi Kita

1. Membunyikan klakson
Klakson adalah pengganti suara pengemudi. Jadi terlalu sering membunyikan klakson berarti sama dengan pengemudi sering bersuara. Hindari membunyikan klakson dengan panjang karena dianggap kita sedang berteriak dan marah. Hal yang sering terjadi adalah orang membunyikan klaksonnya panjang-panjang di traffic light ketika lampu berubah dari merah ke hijau. Hal tersebut hanya menunjukkan bahwa pengemudinya tidak sabaran dan mau menang sendiri. Karena, bagaimanapun juga kalau lampu sudah hijau pasti semua kendaraan akan berjalan, memang ada pengemudi yang mau berlama-lama di traffic light? Kesalahan yang lain adalah membunyikan klakson panjang-panjang ketika mobil di depan kita tiba-tiba mogok. Hal ini seratus persen tidak akan mempercepat perbaikan mobil mogok tersebut, tetapi hanya akan menambah kepanikan pengemudi mobil mogok tersebut. Tindakan yang bijaksana bila mobil di depan kita mogok adalah nyalakan sign kanan supaya kita bisa segera menyalip mobil
mogok tersebut. Membunyikan klakson pendek bisa kita lakukan sebagai bentuk simpati.

2. Lampu dan Lampu Jauh
Menyalakan lampu dan lampu jauh pendek-pendek pada siang hari dilakukan apabila kita meminta jalan pada pengemudi dari arah berlawanan kita.
Hal ini bisa juga dilakukan untuk malam hari. Yang perlu diperhatikan adalah menyalakan lampu jauh pada malam hari, karena ini bisa juga dilakukan agar kita bisa melihat situasi jalan dengan jarak pandang yang lebih jauh. Tetapi harus diingat, bahwa menyalakan lampu jauh bisa mneyilaukan pengemudi dari arah berlawanan. Tindakan yang bijaksana adalah segera mematikan lampu jauh bila kita melihat ada kendaraan datang dari arah berlawanan.

3. Lampu Belakang dan Lampu Rem
Pada siang hari lampu rem cukup vital terutama bila pada kendaraan dengan kecepatan tinggi, misalnya di jalan tol. Ketidaknormalan lampu rem bisa mnegakibatkan tabrakan beruntun. Lampu belakang dan lampu rem harus berwarna merah. Mengganti kaca lampu belakang dengan selain merah terutama mengganti dengan warna bening, adalah tindakan yang tolol, karena hanya akan menyilaukan pengemudi di belakang kita.

4. Di daerah pegunungan atau tanjakan
Bila di daerah pegunungan atau jalan menanjak, kemudian berpapasan dengan kendaraan lain. Bila jalan tidak cukup lebar, berilah prioritas pada kendaraan yang sedang menanjak. Kendaraan dalam posisi turun relatif lebih mudah mengendalikannya.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Anda pengunjung ke:

  • 27,593

Kalender tanpa pasaran

June 2012
M T W T F S S
« May   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kontak via YM

Facebook

Visitors

%d bloggers like this: